Laman

Sunday, October 17, 2010

Imam Abu Dawud

Beliau lahir sebagai seorang ahli urusan hadits, juga dalam masalah fiqh dan ushul serta masyhur akan kewara’annya dan kezuhudannya. Kefaqihan beliau terlihat ketika mengkritik sejumlah hadits yang bertalian dengan hukum, selain itu terlihat dalam penjelasan bab-bab fiqih atas sejumlah karyanya, seperti Sunan Abu Dawud.

Al-Imam al-Muhaddist Abu Dawud lahir pada tahun 202 H dan wafat pada tahun 275 H di Bashrah. Sepanjang sejarah telah muncul para pakar hadist yang berusaha menggali makna hadist dalam berbagai sudut pandang dengan metoda pendekatan dan sistem yang berbeda, sehingga dengan upaya yang sangat berharga itu mereka telah membuka jalan bagi generasi selanjutnya guna memahami as-Sunnah dengan baik dan benar.

Di samping itu, mereka pun telah bersusah payah menghimpun hadits-hadits yang dipersilisihkan dan menyelaraskan di antara hadits yang tampak saling menyelisihi. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kewibawaan dari hadits dan sunnah secara umum. Abu Muhammad bin Qutaibah (wafat 267 H) dengan kitab beliau Ta’wil Mukhtalaf al-Hadits telah membatah habis pandangan kaum Mu’tazilah yang mempertentangkan beberapa hadits dengan al-Quran maupun dengan rasio mereka.

Selanjutnya upaya untuk memilahkan hadits dari khabar-khabar lainnya yang merupakan hadits palsu maupun yang lemah terus dilanjutkan sampai dengan kurun al-Imam Bukhari dan beberapa penyusun sunan dan lainnya. Salah satu kitab yang terkenal adalah yang disusun oleh Imam Abu Dawud yaitu sunan Abu Dawud. Kitab ini memuat 4800 hadits terseleksi dari 50.000 hadits.

Beliau sudah berkecimpung dalam bidang hadits sejak berusia belasan tahun. Hal ini diketahui mengingat pada tahun 221 H, beliau sudah berada di baghdad. Kemudian mengunjungi berbagai negeri untuk memetik langsung ilmu dari sumbernya. Beliau langsung berguru selama bertahun-tahun. Diantara guru-gurunya adalah Imam Ahmad bin Hambal, al-Qa’nabi, Abu Amr adh-Dhariri, Abu Walid ath-Thayalisi, Sulaiman bin Harb, Abu Zakariya Yahya bin Ma’in, Abu Khaitsamah, Zuhair bin Harb, ad-Darimi, Abu Ustman Sa’id bin Manshur, Ibnu Abi Syaibah dan lain-lain.

Sebagai ahli hukum, Abu Dawud pernah berkata: Cukuplah manusia dengan empat hadist, yaitu: Sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung niatnya; termasuk kebagusan Islam seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat; tidaklah keadaan seorang mukmin itu menjadi mukmin, hingga ia ridho terhadap saudaranya apa yang ia ridho terhadap dirinya sendiri; yang halal sudah jelas dan yang harampun sudah jelas pula, sedangkan diantara keduanya adalah syubhat.

Beliau menciptakan karya-karya yang bermutu, baik dalam bidang fiqh, ushul,tauhid dan terutama hadits. Kitab sunan beliaulah yang paling banyak menarik perhatian, dan merupakan salah satu diantara kompilasi hadits hukum yang paling menonjol saat ini. Tentang kualitasnya ini Ibnul Qoyyim al-Jauziyyah berkata: Kitab sunannya Abu Dawud Sulaiman bin Asy’ats as-sijistani rahimahullah adalah kitab Islam yang topiknya tersebut Allah telah mengkhususkan dia dengan sunannya, di dalam banyak pembahasan yang bisa menjadi hukum diantara ahli Islam, maka kepadanya hendaklah para mushannif mengambil hukum, kepadanya hendaklah para muhaqqiq merasa ridho, karena sesungguhnya ia telah mengumpulkan sejumlah hadits ahkam, dan menyusunnya dengan sebagus-bagus susunan, serta mengaturnya dengan sebaik-baik aturan bersama dengan kerapnya kehati-hatian sikapnya dengan membuang sejumlah hadits dari para perawi majruhin dan dhu’afa. Semoga Allah melimpahkan rahmat atas mereka dan mem- berikannya pula atas para pelanjutnya. 

Sumber : ahlulhadist.wordpress.com

Adab-Adab Minum

a. Sunnah Minum Dengan 3 Kali Tegukan

Disunnahkan minum dengan tiga kali tegukan disertai dengan membaca Basmalah. Hal itu sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu 'alahi Wasallam

Dari Anas Radhiyallahu 'anhu, ia berkata, "Rasulullah Shallallahu 'alahi Wasallam biasanya bernafas tiga kali dalam minum." (Muttafaqun 'alaih)

b. Jangan Bernafas Dalam Minuman

"Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alahi Wasallam melarang bernafas atau meniup ke dalam minuman." (HR At-tirmidzi, menurutnya hadits ini hasan shahih)

“Apabila salah seorang di antara kalian minum maka janganlah ia bernafas di dalam gelas, akan tetapi hendaklah ia menjauhkan tempat minumnya dari mulutnya.” (HR. Ibnu Majah, shahih dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu)

c. Hendaklah Tidak Minum Sambil Berdiri

“Sungguh janganlah salah seorang dari kamu minum sambil berdiri.” (HR. Imam Muslim) 

"Dari Abu Hurairah, Nabi SAW bahwa sesungguhnya beliau melihat seorang lelaki minum dengan berdiri. Kemudian beliau bersabda kepadanya, “Muntahkanlah!” Orang itu bertanya, “Mengapa?” Beliau bersabda “Apakah kamu suka jika minum bersama dengan kucing?” Orang lelaki itu menjawab “Tidak” Beliau bersabda lagi “Sesungguhnya telah minum bersamamu sesuatu yang lebih buruk dari itu, yaitu syaitan!” (HR. Imam Ahmad) 

Sumber : Majalah islam lupa nama :D

Adab-Adab Makan


a. Memulai makan dengan mengucapkan Bismillah

Berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Apabila salah seorang diantara kalian hendak makan, maka ucapkanlah: ‘Bismilah.’ Dan jika ia lupa untuk mengucapkan Bismillah di awal makan, maka hendaklah ia mengucapkan ‘Bismillahi Awwalahu wa Aakhirahu (dengan menyebut nama Allah di awal dan diakhirnya).’” (HR. Daud Dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih Ibnu Majah: 3264)

b. Hendaknya mengakhiri makan dengan pujian kepada Allah

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Barangsiapa telah selesai makan hendaknya dia berdo’a: “Alhamdulillaahilladzi ath’amani hadza wa razaqqaniihi min ghairi haulin minni walaa quwwatin. Niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Daud, Hadits Hasan)

Inilah lafadznya,
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هَذَا وََرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حوْلٍ مِنِّي وَ لاَ قُوَّةٍ

“Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan ini kepadaku dan yang telah memberi rizki kepadaku tanpa daya dan kekuatanku.”

Atau bisa pula dengan doa berikut,


الْحَمْدُ لِلَّهِ حَنْدًا كثِيراً طَيِّباً مُبَارَكاً فِيهِ غَيْرَ (مَكْفِيٍّ وَ لاَ) مُوَدَّعٍ وَ لاَ مُسْتَغْنَيً عَنْهُ رَبَّناَ


“Segala puji bagi Allah dengan puja-puji yang banyak dan penuh berkah, meski bukanlah puja-puji yang memadai dan mencukupi dan meski tidaklah dibutuhkan oleh Rabb kita.” (HR. Bukhari VI/214 dan Tirmidzi dengan lafalnya V/507)

c. Hendaknya makan dengan menggunakan tiga jari tangan kanan

Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam makan dengan menggunakan tiga jari.” (HR. Muslim, HR. Daud)

d. Hendaknya menjilati jari jemarinya sebelum dicuci tangannya

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Apabila salah seorang diantara kalian telah selesai makan maka janganlah ia mengusap tangannya hingga ia menjilatinya atau minta dijilati (oleh Isterinya, anaknya).” (HR. Bukhari Muslim)

e. Apabila ada sesuatu dari makanan kita terjatuh, maka hendaknya dibersihkan bagian yang kotornya kemudian memakannya

Berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Apabila ada sesuap makanan dari salah seorang diantara kalian terjatuh, maka hendaklah dia membersihkan bagiannya yang kotor, kemudian memakannya dan jangan meninggalkannya untuk syaitan.” (HR. Muslim, Abu Daud)

f. Hendaknya tidak meniup pada makanan yang masih panas dan tidak memakannya hingga menjadi lebih dingin, hal ini berlaku pula pada minuman. Apabila hendak bernafas maka lakukanlah di luar gelas, dan ketika minum hendaknya menjadikan tiga kali tegukan

Sebagaimana hadits dari Ibnu Abbas Radhiyallahu’anhu:

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang untuk menghirup udara di dalam gelas (ketika minum) dan meniup di dalamnya.” (HR. At Tirmidzi)

g. Hendaknya menghindarkan diri dari kenyang yang melampaui batas

Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Tidak ada bejana yang diisi oleh manusia yang lebih buruk dari perutnya, cukuplah baginya memakan beberapa suapan sekedar dapat menegakkan tulang punggungnya (memberikan tenaga), maka jika tidak mau, maka ia dapat memenuhi perutnya dengan sepertiga makanan, sepertiga minuman dan sepertiga lagi untuk bernafasnya.” (HR. Ahad, Ibnu Majah)

h. Makan memulai dengan yang letaknya terdekat kecuali bila macamnya berbeda maka boleh mengambil yang jauh

Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Wahai anak muda, sebutkanlah Nama Allah (Bismillah), makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah dari apa-apa yang dekat denganmu.” (HR. Bukhari Muslim)

i. Hendaknya memulai makan dan minuman dalam suatu jamuan makan dengan mendahulukan (mempersilakan mengambil makanan terlebih dahulu) orang-orang yang lebih tua umurnya atau yang lebih memiliki derajat keutamaan

j. Ketika makan hendaknya tidak melihat teman yang lain agar tidak terkesan mengawasi

k. Hendaknya tidak melakukan sesuatu yang dalam pandangan manusia dianggap menjijikkan

l. Jika makan bersama orang miskin, maka hendaklah kita mendahulukan mereka

Sumber : Muslimah.or.id

Jaksa Belanda: Hina Islam Bukan Kejahatan, Jadi Wilders harus Dibebaskan

Jaksa Belanda mencoba mencari cara untuk pembebasan anggota parlemen anti-Islam Belanda Geert Wilders atas lima tuduhan pidato kebencian Jumat kemarin (15/0), jaksa mengatakan kritiknya terhadap agama Islam, meskipun menyakitkan dalam beberapa hal, namun hal tersebut bukan tindakan kriminal.

"Mengkritisi agama diperbolehkan," kata jaksa Birgit van Amsterdam Roessel di pengadilan distrik saat ia dan rekannya bergantian untuk menjelaskan di pengadilan: "Kami meminta pembebasannya" atas setiap dari lima tuduhan dakwaan.

"Memang akan menyakitkan bagi banyak warga Muslim ketika Wilders menyerukan larangan Al-Quran," katanya. "Tapi perasaan kelompok ini tidak dapat memainkan peran dalam menentukan fakta-fakta kasus ini."

Wilders, mitra bayangan dari pemerintah, koalisi baru kanan yang diresmikan pada Kamis lalu, sedang diadili karena menyebut Islam sebagai agama "fasis" dan menyamakan al-Quran dengan buku "Mein Kampf" nya Hitler.

Di antara pernyataan lain, Wilders menyatakan bahwa umat Islam harus sesuai dengan "budaya dominan" atau diusir dari Belanda.

Pada hari Selasa lalu, jaksa telah meminta pembebasan Wilders yang pertama dari lima dakwaan terhadap dirinya dan meminta hakim untuk tidak memberikan putusan yang berat terhadap dirinya.

Pada hari Jumat kemarin, mereka juga meminta Wilders untuk dibersihkan dari sisa empat tuduhan menghasut kebencian dan diskriminasi terhadap umat Muslim dan orang-orang asal imigran non-Barat, khususnya Maroko.

Meskipun rencana lain untuk menutup perbatasan Belanda untuk umat Islam jika ia menjadi perdana menteri mungkin tampak "memalukan, tidak manusiawi," namun hal itu tidak bisa dianggap pidato kebencian, Van Roessel berpendapat.

Mengkritisi agama tidak akan pernah bisa dihukum, ia menambahkan.

"Melukai perasaan, perasaan keagamaan, tidak memainkan peran" dalam persidangan.

"Wilders sebenarnya mengharapkan sebuah adaptasi dari umat Islam. Kita bisa melihat ini sebagai tidak perlu, tidak masuk akal dan bahkan memalukan .... Tetapi tidak sebesar hasutan untuk kebencian," kata Van Roessel.

Sumber : eramuslim.com

Saturday, October 16, 2010

Bekal Mengisi Masa Haidh

Memperbanyak dzikrullah dalam setiap keadaan

Dzikurullah termasuk ibadah yang agung kedudukannya di sisi Allah, dan Allah menjanjikan pahala yang sangat besar bagi siapa saja yang mengamalkannya. Dzikir menjadi penutup bagi kekurangan dalam berbagai ibadah. Sebagai penutup kekurangan dalam shalat malam dan puasa siang hari. Dzikir merupakan amalan yang sangat agung untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan termasuk amalan yang menjadikan seorang muslim senantiasa bersama Allah.

Allah Subhanahu Wata'ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا 


"Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang." (QS. Al-Ahzab 41-42)


Di bawah ini beberapa bentuk dzikir yang mahsyur :

Subhanallah, Alhamdulillah, laa ilaha ilallah, Allahu Akbar



Rasulullah Shallallahu 'alahi Wasallam bersabda :

"Aku mengucapkan "Subhanallah, alhamdulillah, laa ilaha ilallah allahu akbar, lebih aku sukai daripada terbitnya matahari." (HR. Muslim)

Laa Haula Wala Quwwata Illabillah

Rasulullah Shallallahu 'alahi Wasallam bersabda :

"Maukah engkau aku tunjukkan perbendaharaan dari perbendaharaan jannah?" Ucapkanlah : Laa haula wala quwwata illabillah." (HR. Bukhari)

Subhanallah wa Bihamdihi Subhanallahil Azhim

Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu 'alahi Wasallam:

"Dua kalimat yang ringan diucapkan namun berat timbangan dan dicintai oleh Ar-Rahman: Subhanallah wabihamdihi subhanallahil azhim." (HR Bukhari)

Alhamdulillah dan Subhanallah wal Hamdulillah

Rasulullah Shallallahu 'alahi Wasallam bersabda :

"Kebersihan adalah setengah dari iman, ucapkanlah alhamdulillah memenuhi timbangan. Dan ucapan subhanallah wa bihamdihi memenuhi antara langit dan bumi.." (HR Muslim)

Menuntut Ilmu

Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap umat islam

Rasulullah Shallallahu 'alahi Wasallam bersabda :

"Barangsiapa yang Allah menghendaki kebaikan pada dirinya maka Allah akan memberinya pemahaman dalam agama." (HR. Muslim)

Sebenarnya banyak wasilah yang bisa kita tempuh dalam menambah wawasan keilmuan kita diantaranya banyak membaca buku, menonton ceramah dan hal yang tidak kalah penting mengikuti majelis. 

Doa 

Doa adalah senjata dari kaum mukminin, hampir seluruh aktivitas hidup seorang muslim tidak lepas dari doa. Mintalah kebahagiaan dunia dan akhirat, memohon keistiqomahan di atas agama ini, karena hati senantiasa di bolak-balikkan. Maka memohonlah kepada Allah supaya meneguhkan hati kita di atas kebenaran dan ketaatan. 

Diriwayatkan dari Syahr bin Hausyab, ia berkata : "Aku bertanya kepada ummu Salamah : "Ya Ummu Salamah doa apa yang paling sering diucapkan oleh Rasulullah ketika beliau berada di rumahmu?" Ummu salamah berkata : "Doa yang paling sering beliau baca adalah : 

"Yaa muqallibal quluub tsabbit qalbi 'ala diinika (Wahai dzat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agamaMu)." (HR Ar-Tirmidzi)

Muraja'ah (Mengulang-Ulang) Hafalan Al-qur'an atau Hadits

Bisa dibayangkan apabila masa haidh sekitar 7 hari atau lebih tanpa muraja'ah hafalan, kemungkinan beberapa ayat telah terlupakan, sangat di sayangkan jika hafalan tersebut hilang sia-sia yang telah dihafalkan dengan susah payah harus lenyap, Maka dari itu luangkanlah waktu untuk muraja'ah-lah hafalan Al-Qur'an dan Hadits.

Rasulullah Rasulullah Shallallahu 'alahi Wasallam :

"Ulang-ulangilah Al-Qur'an,demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, ia lebih cepat pergi dari hati seseorang dari pada unta yang lepas dari ikatannya." (HR. Al-Bukhri)

Maraji"

Wanita Haid tak Luput Pahala oleh Abu Ihsan Al-Atsari
Hisnul Muslim 

Konsisten Dalam Mendirikan Shalat Subuh

Tidur Lebih Awal

Dalam sebuah hadits shahih disebutkan bahwa Rasulullah membenci tidur sebelum isya dan mengobrol setelahnya. Atas dasar ini, tidak patut seorang muslim tidur sebelum isya. Adapun mengobrol setelahnya diperbolehkan apabila berbicara tentang hal-hal yang di dalamnya terdapat maslahat yang jelas dan bernilai kebaikan contohnya : mempelajari ilmu, bercengkrama dengan istri dan anak, mengkaji kisah orang shalih dan perakra-perkara yang diperbolehkan lainnya, jika tidak berakibat pada tertinggalnya dari sholat subuh. Sebenarnya ini juga tergantung kepada setiap kebutuhan tidur orang masing-masing. 


Niat yang Tulus dan Tekad yang Kuat Ketika Akan Tidur

Jika engkau berbaring pada tempat tidurmu, niatkanlah untuk bangun guna melaksanakan sholat subuh. Dengan niat yang tulus dan tekad yang kuat, Allah akan merealisasikannya, dan Janganlah engkau berniat atau berharap bangun sampai matahari terbit.

Bersungguh-Sungguh Dalam Bersuci dan Membaca Dzikir Sebelum Tidur

Ini termasuk langkah yang mempermudah seseorang untuk bisa bangun melaksanakan sholat subuh. Sebab, bersuci dan berdzikir menjamin kebugaran fisik dan jiwa sekaligus. Bersuci maksudnya adalah berwudhu seperti ketika engkau akan melaksanakan sholat. Setelah itu, berbaringlah di atas kanan tubuhmu. 

Berdzikir Kepada Allah Seketika Itu Juga Begitu Terbangun Dari Tidur

Sebagaian orang ketika terbangun dari tidurnya, langsung merebahkan diri untuk tidur kembali. Akan lain jadinya kalau ia segera berdzikir kepada Allah ketika baru bangun, maka satu ikatan yang dipasang setan pada dirinya akan terurai, sehingga itu akan menjadi pendorongnya untuk bangun. Jika kemudian ia berwudhu, semangat semakin menguat dan setan semakin menjauh. Dan jika kemudian ia sholat, ia telah berhasil menghinakan setan yang mengganggunya dan memperberat timbangan kebaikannya, pada paginya harinya, niscaya ia akan dalam kondisi segar dan bersemangat.

Meminta Bantuan Pada Keluarga dan Orang-Orang Shalih Agar Membangunkannya Untuk Sholat

Mintalah bantuan kepada saudara, ayah, teman serta kerabat lainnya untuk dibangunkan sholat subuh.

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَّحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى 

"Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa." (QS. Thaha : 132)

Menggunakan Alat-Alat Untuk Membangunkan

Contohnya adalah jam beker, letakkan jam tersebut pada tempat yang sesuai. Jangan diletakkan dekat kepala, karena anda dengan mudah untuk mematikannya jika jam tersebut berdering. Jauhkan jam tersebut dari jangkauan tangan, tetapi tetap bisa terdengar. Kemudian dalam menggunakan teknik ini, jangan memasang waktu jauh dari sholat subuh. Sebab engkau mengatakan, "Aku masih punya waktu yang panjang tidur sebentar ahh..." Yang jelas masing-masing kita tahu lah bagaimana harus mensiasati diri.

Tidak Terlalu Banyak Makan Sebelum Tidur

Karena banyak makan termasuk faktor paling utama mengapa kita berat untuk bangun. Banyak makan maka ia akan banyak kelelahan, lalu banyak tidur, banyak rugi dan akhirnya banyak menyesal ketiak kematian datang.

Tidur Qoulilah di Siang Hari

Istirahat sebentar pada saat qoulillah (sang hari), akan menjadikan tidur anda di malam hari menjadi stabil dan terukur.

Rasulullah bersabda : "lakukanlah tidur qoulilah, karena sesungguhnya setan tidak tidur qoulilah." (HR. Ibnu Majah) 

Tetapi jangan sampai anda kebablasan tidur, sehingga sholat Ashar terbengkalai.

Jangan Tidur Sendirian

Ini supaya anda tidak kebablasan dalam tidur dan kemudian tidak ada yang membangunkannya.

Memercikkan Air di Wajah Orang yang Tidur

Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wasallam bersabda : 

“Allah memberikan rahmat kepada seseorang yang bangun pada tengah malam kemudian shalat, lantas dia membangunkan istrinya untuk shalat, jika dia menolak maka percikkanlah air ke mukanya, demikian juga Allah merahmati seorang istri yang bangun tengah malam kemudian shalat, dan membangunkan suaminya agar melaksanakan shalat, jika dia menolak maka percikkanlah air ke mukanya.” (HR Imam Ahmad)

Hanya saja yang perlu diperhatikan, menggunakna cara ini terkadang bisa membuat orang yang tidur marah dan naik pitam ketika di bangunkan. Bahkan mungkin ia akan melontarkan cacian dan celaan. Ada baiknya memberitahukannya terlebih dahulu.

Menyalakan Penerang dan Lampu Listrik

Menyalakan lampu dan penerang-penerang listrik begitu terbangun, maka cara ini cukup efektif untuk mengusir kantuk. 

Tekad Kuat Untuk Bangun

Caranya, anda langsung meloncat bangun ketika baru saja terjaga. Jangan bangun setahap demi setahap. Bangun seperti ini ujung-ujungnya adalah kegagalan. Maka anda harus segera melompat bangun, ini akan menghalanginya dari kebablasan tidur kembali.

Jangan Sampai Salah Mempraktikkan Sunnah Berbaring

Sebagian orang kadang kala bangun untuk melaksanakan sholat subuh, sebelum itu ia terlebih dahulu melaksanakan sholat sunnah dua rakaat fajar, setelah itu ia ingin berbaring sejenak seperti dalam sabda Rasulullah :

"Jika salah seorang dari kalaian telah shalat (sunnah fajar), maka berbaringlah di atas tubuh sebelah kanannya." (HR. Imam Tirmidzi) 

Tetapi kelirunya, setelah terbaring ia justru kebablasan tidur sampai matahari terbit. Agar hal ini tidak terjadi, maka sunnah tersebut harus dilaksanakan dengan benar, supaya ia tidak tidur untuk kedua kalinya. Caranya adalah yang seperti yang dilakukan Nabi, bukan berbaring untuk tidur. Yang beliau lakukan adalah berbaring miring ke kanan, dengan meletakkan kepala pada telapak tangan kanan sembari menegakkan lengannya.

Nah, cara seperti inilah yang mencegah seseorang untuk tidur lagi, sebab dalam posisi ini kepalanya terletak di atas telapak tangan dan lengan kanannya. Kalau ia terlarut dalam tidur, otomatis kepada akan jatuh, lalu ia akan bangun. 

Membantu Diri Dengan Berbuat Taat Kepada Allah di Siang Hari

Sebuah ketaatan akan mempermudah ketaatan lain, setiap kali seorang hamba berada di atas jalan ketaatan, Allah akan memberinya kemudahan dan meningkatkannya. 
Allah Subhanahu Wata'ala berfirman :

وَالَّذِينَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى وَآتَاهُمْ تَقْواهُمْ 

"Dan oraang-orang yang mau menerima petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan balasan ketaqwaannya." (QS Muhammad : 17)

Sebaliknya setiap kali seorang hamba berada berada dalam kemaksiatan, ia akan dijadikan terus berlarut-larut di dalamnya. Allah Subhanahu Wata'ala berfirman :

قُلْ مَن كَانَ فِي الضَّلَالَةِ فَلْيَمْدُدْ لَهُ الرَّحْمَنُ مَدًّا 

"Katakanlah: "Barang siapa yang berada di dalam kesesatan, maka biarlah Tuhan yang Maha Pemurah memperpanjang tempo baginya…" (QS Maryam : 75)

Maraji 
Al-Badru fi 'l-hatstsi 'ala Sholati 'l-Fajr, Imad Ali Abdus Sami Husain 

Friday, October 15, 2010

Tips Memperlancar Bahasa Inggris


Kali ini saya akan memberikan sebuah tips utuk yang berada pada jurusan bahasa inggris maupun umum dalam memperlancar speaking. Actually this is based on my adventure dan membuahkan hasil yang enjoyable, setelah "menimbang dan memutuskan" maka saya pun membagi-bagikan kepada anda. Sebelum itu yang harus anda ketahui bahwa dalam speaking ada 3 faktor yang menunjang keberhasilan yaitu kosa kata (vocabulary), lafal (Pronunciation) dan pengetahuan (knowledge), ketiga ini bersifat "simbosis mutualisme" jika tidak terdapat salah satunya makan you will destroy. Termasuk juga kesalahan terbesar dalam berbicara adalah terlalu fokus kepada grammar, saya yakin anda akan terasa sangat sulit jika ingin mendapatkan keidealitas bahasa, yang jelas selama lawan bicara anda dapat mengerti maksud dari percakapan kita, itu sudah sangat cukup. 

So tipsnya di bawah ini : 

Anda harus menambah kosa kata minimal 5 (versi standar saya, boleh di tambah) 

* Mari kita berhitung, jika anda menghafal 5 kosa kata dalam sehari kemudian di kalikan sebanyak 360 hari maka hasilnya 1800 kosa kata, jadi anda bayangkan saja kalau 4 tahun ke depan, insyaallah anda sudah mampu speaking bukankah ini awesome sisanya hitung saja sendiri. Pilihkah kosa kata dari bacaan atau artikel inggris, So lanjutkan!!

Setelah itu siapkan satu buku (buku tulis atau diary terserah!!) 

Tapi jangan di free mixing, Kemudian anda bagi menjadi 4 kolom 

Kolom pertama anda tulis "ENGLISH" (Kosa kata bahasa inggrisnya)
Kolom kedua "SOUNDS" (lafal dari kosa kata)
Kolom ketiga "MEANING" (Terjemahan kosa kata bahasa inggris)
Kolom keempat "CATEGORY" (Maksudnya apakah kosa kata itu kata benda, kata kerja, idiom, frase dll) 

Sebenarnya tergantung dari anda mau menamakan kolom itu apa, tidak ada patokan yang pasti.

Untuk anda yang bukan jurusan bahasa inggris atau bisa di katakan umum, anda lakukanlah hal yang sama seperti di atas, tapi khusus pada kolom ke empat anda boleh hilangkan ataupun tidak.

*by the way ide saya ini tiba-tiba "kambuh" disebabkan ketidaksukaan saya menempel kertas di dinding, di lemari atau di mana saja yang berisi kosa kata karena dirty dan untidy. Jadi bagi anda yang tingkat kebersihannya tinggi silahkan memakai buku kalau tidak silahkan "tempel-tempel."

Walaupun sebagaian orang melakukannya tapi semua ini tergantung dari "hak prerogratif" anda dalam menentukan "nasib" sendiri. Peluang untuk lupa pada kosa kata sebelumnya itu memang ada jadi buku itu harus berada di samping anda terus kecuali jangan di bawa ke tempat-tempat yang tidak memungkinkan. Jangan lupa untuk terus di "ulang-ulangi" soalnya kosa kata yang terlupakan berada di bawah alam sadar anda, jadi harus dipanggil, supaya dia "pulang" kan senang tuh kalau ketemu.

Try to looking for foreign friends 

Ini juga hal yang sangat penting agar anda terbiasa dengan susunan kalimat mereka, sehingga bahasanya menjadi natural. Kalau tidak punya teman bule, yang lokal juga boleh atau anda cari teman bule di situs jejaring pertemanan, seperti facebok, millatfecebook, friendster dan lain-lain. INGAT tidak boleh malu dalam speaking salah benar katakan saja. 

Sering-sering menjelajahi situs-situs yang nuansanya kental inggris, khususnya dari luar negeri.

Download video yang berbahasa inggris baik itu yang ada teksnya atau pun tidak ada, ini untuk melatih pronunciation dan listening kita 

Setelah anda merasa mantap, maka ciptakanlah sebuah artikel yang berbahasa inggris dan publikasikan ke dunia

Dan yang terakhir adalah anda harus melakukannya secara continue

Jika anda di dera rasa malas itu artinya syetan mulai melancarkan serangan-serangan mematikannya maka harus di lawan, dan bersabarlah dalam menuntut ilmu

Segala sesuatu yang terjadi karena Allah Subhanahu wata'ala dan hanya kepadaNya kita memohon kemudahan dalam menghafal.

The point of this topic is study, without study you won't be successful

Well I think those my tips for all of you hoping it's benefit and
don't give up before you try it. 

Thursday, October 14, 2010

Akhirnya Cintaku Berlabuh Karena Allah (2)



Hari berlalu dan aku terus belajar sedikit demi sedikit tentang Islam dari Nina dan saudari-saudarinya, terutama dalam melaksanakan shalat lima waktu tepat pada waktunya. Saat itu aku merasakan ketenangan dan ketentraman selama menjalankannya dan menimbulkan perasaan rindu kepada Allah untuk senantiasa beribadah kepadaNya. Niatku pun muncul untuk segera menikahi Nina agar tidak terjadi fitnah, namun kondisi Nina semakin memburuk. Dia selalu mengigau memanggil saudari-saudarinya yang dicintai karena Allah ….

Melihat hal itu, aku membawanya ke kota Makassar, ke kampung mama kandung Nina untuk dipertemukannya dengan saudari-saudarinya, Qadarullah (atas kehendak Allah), aku tidak berhasil mempertemukan mereka. Yang ada, kondisi Nina semakin parah dan penyakitku juga tiba-tiba kambuh sehingga akupun harus di rawat di rumah sakit.

Orang tua Nina datang dan membawanya kembali ke kota Makassar tanpa sepegetahuanku karena saat itu aku juga di opname. Di Makassar, Nina diawasi dengan ketat oleh papanya, karena papa Nina kurang suka dengan akhwat, apalagi yang bercadar.

Rumah sakit dan rumah yang ditempati Nina dirahasiakan. Dan Nina pun tak tahu di mana dia berada. Karena kondisinya masih lemah, Nina pun tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan ia kadang dibius, apalagi ketika akan di pindahkan dari satu tempat ke tempat yang satunya agar tidak tahu di mana keberadaanya, karena papanya tidak ingin ada akwat yang menjenguk Nina. Namun karena Nina masih mempunyai HP yang dia sembunyikan dari papanya, sehingga beberapa kali Nina berusaha kabur untuk menemui saudari-saudarinya, akhirnya Nina dikurung di kamarnya.

Mendengar hal itu, aku langsung menyusul Nina ke Makassar dan aku sempat berbicara dengannya dari balik pintu. Nina menyuruhku untuk menemui seorang Uztad di sebuah masjid di kota itu. Dari pertemuanku dengan Uztad tersebut aku pun di ajak ta'lim beberapa hari dan aku menginap di sana.

Papa Nina menyangka Nina telah mengusirku sehingga ia pun dimarahi. Setibanya di rumah, aku jelaskan duduk perkaranya kepada Nina, bahwa ia tidak bersalah dan aku mengatakan agar pernikahan kami dipercepat.

Hari kamis, 24 November 2006, kami melangsungkan pernikahan dengan sangat sederhana. Acara tersebut Cuma dihadiri oleh orangtua kami beserta dua orang rekanan papa. Setelah akad nikah aku langsung mengantar uztad sekalian shalat dhuhur. Betapa senangnya hatiku, akhirnya aku bisa merasakan cinta yang tulus karena Allah. Semoga kami bisa membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah dan senantiasa dalam ketaatan kepada Allah. Itulah doaku saat itu.

Sepulang dari mengantar uztad, perasaan bahagia itu seakan buyar mendapati Nina yang baru saja menjadi istriku tergeletak di lantai, dari hidung dan mulutnya kembali berlumuran darah, dan tangannya terlihat ada goresan.

Kami langsung membawanya ke rumah sakit, di perjalanan, kondisi Nina terlihat sangat lemah. Terdengar suaranya memanggilku dan berkata agar aku harus tetap di jalan yang di ridhai-Nya sambil memegang erat tanganku karena kesakitan. Baru pertama kali ia memegang tanganku dengan tulus, air mataku tak tertahankan melihat keadaan Nina yang terus berdzikir sambil menangis, dia juga selalu menanyakan saudari-saudarinya di mana?

Setibanya di rumah sakit, aku bertanya-tanya kenapa Nina tergores. Aku pun menulis sms kepada saudari-saudari Nina. Ternyata, tangan Nina tergores ketika hendak menemui saudari-saudarinya dengan keluar dari kamar. Karena pintu kamar terkunci, Nina ingin keluar melalui jendela sehingga menyebabkan tangannya tergores.

Nina tak kunjung sadar hingga larut malam, aku pun tertidur dan tidak menyadari kalau Nina bangkit dari tempat tidurnya. Dia ingin sekali menemui saudari-saudarinya dan tidak menyadari kalau hari telah larut malam. Dia Cuma berkata, "pengin ketemu saudariku karena sudah tidak ada waktu lagi." Berhubung Nina masih lemah, dia pun jatuh pingsan setelah beberapa saat melangkah.

Aku benar-benar kaget dan bigung mau memanggil dokter tapi tidak ada yang menemani Nina. Akhirnya, aku menghubungi salah seorang saudarinya untuk menemani.

Setelah aku dan dokter tiba, Nina sudah tidak bernafas dan bergerak lagi. Pertahananku runtuh dan hancurlah harapanku melihat Nina tidak lagi berdaya.

Dokter menyuruhku keluar. Pada saat itu kukira Nina telah tiada, makanya aku segera menulis sms kepada saudari Nina untuk memberitahukan bahwa Nina telah tiada. Namun, begitu dokter kaluar, masya Allah! Denyut jantung Nina kembali berdetak dan ia dinyatakan koma. Aku hendak memberi kabar kepada saudari Nina tapi baterai hp ku habis dan tiba-tiba penyakitku pun kambuh lagi sehingga aku harus diinfus juga.

Jam 11.30 perasaanku mengatakan Nina memanggilku, maka aku segera bangkit dari tempat tidur dan melepas infus dari tanganku menuju kamar Nina. Kutatap wajah Nina bersamaan dengan kumandang adzan shalat jum'at. Sembari menjawab adzan, aku terus menatap wajah Nina berharap dia akan membuka matanya.

Begitu lafadz laailaha illallah, suara mesin pendeteksi jantung berbunyi, menandakan bahwa Nina telah tiada. Aku berteriak memanggil dokter, tapi Qadarullah istriku sayang telah pergi untuk selama-lamanya dari dunia ini. Nina langsung dimandikan dan dishalatkan selepas shalat Jum'at, lalu diterbangkan ke rumah papanya di Malaysia. Untuk terakhir kalinya kubuka kain putih yang menutupi wajahnya terlihat berseri.

Aku harus merelakan semua ini, aku harus kuat dan menerima takdirNya.

Teringat kata-kata Nina, "Berdoalah jika memang Allah memanggilku lebih awal dengan doa, "Ya Allah, berikan kesabaran dan pahala dari musibah yang menimpaku dan berilah ganti yang lebih baik."

Setelah pemakaman, aku langsung balik ke Jakarta karena kondisiku kurang stabil Astagfirullah!! Aku lupa memberitahukan saudari-saudari Nina. Mungkin karena aku terlalu larut dalam kesedihan, hingga secara spontanitas aku menghubungi mereka dan menyampaikan bahwa Nina benar-benar telah tiada. Aku tahu pasti, mereka pasti sedih dengan kepergian saudari mereka cintai karena Allah. Dari ketiga saudari Nina , ada seorang yang tidak percaya dan sepertinya dia sangat membenciku. Entah, mengapa sikapnya seperti itu?
Sekiranya mereka tahu, bahwa sebelum kepergiannya Nina selalu memanggil nama mereka, tentulah mereka semakin sedih.

Dalam hp nina terlihat banyak sms yang menunjukkan betapa indahnya ukhuwah dengan saudari-saudarinya. Semoga saudari-saudari Nina memaafkan kesalahannya dan kesalahan diriku pribadi.

"Salam sayang dari Nina tuk kakak Rini, Sakinah, dan Aisyah serta akhwat di Makassar. Teruslah berjuang menegakkan dakwah ilallah. Syukran atas perhatian kalian."

Tak lama setelah kisah ini di muat di Media Muslim Muda Elfata, radaksi Elfata menerima sms dari seorang ukhti, saudari Nina. Isi sms tersebut adalah, "Afwan, mungkin perlu Elfata sampaikan kepada pembaca mengenai kisah "Akhirnya cintaku berlabuh karena Allah" di mana kak Nina telah meninggal dan kak Adhit pun telah tiada. Kurang lebih 2 pekan (kak Adhit-red) dirawat di rumah sakit karena penyakit dari paru-parunya. Sebelum sempat di operasi, maut telah menjemputnya. Ana menyampaikan hal ini karena masih banyak yang mengirim salam, memberikan dukungan ke kak Adhit yang kubaca di Elfata dan beberapa orang yang kutemui di jalan juga selalu bertanya, kak Adhit bagaimana? Ana salah satu ukhti dalam cerita tersebut, syukran jiddan."

Sumber : Buku seindah cinta ketika berlabuh oleh fatamedia publishing

Berpakaian menuai pahala

Setiap orang pasti menginginkan di dalam hidupnya penuh dengan nilai-nilai ibadah dan berharap menuai pahala. Ibadah tidak terbatas pada zakat, puasa, sholat dan sebagainya, namun seluruh hal-hal yang baik bisa mendatangkan pahala. Termasuk juga dalam berpakaian, maka di bawah ini beberapa sunnah atau yang pernah dilakukan oleh Rasulullah Shalallahu 'alahi Wasallam.

Mengucapkan bismillah di saat mengenakan dan melepaskan pakaian

Imam an-Nawawi berkata :" Mengucapkan bismillah adalah sangat dianjurkan dalam seluruh perbuatan"

Dan dilanjutkan dengan membaca doa mengenakan pakaian


الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَسَانِيْ هَذَا (الثَّوْبَ) وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ وَلا قُوَّةٍ

"Segala puji bagi Allah yang memberi pakaian ini kepadaku sebagai rezeki daripadaNya tanpa daya dan kekuatan dariku" (HR. Abu Dawud, At-Tirmidziy dan Ibnu Majah, lihat Irwaa`ul Ghaliil 7/47)

Jika akhi wa ukhti mengenakan pakaian baru maka doanya adalah



اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيْهِ، أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَا صُنِعَ لَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ
“Ya Allah, segala puji hanya untuk-Mu. Engkau telah memakaikan pakaian ini kepadaku. Aku meminta kepada-Mu akan kebaikannya dan kebaikan yang dibuat untuknya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang dibuat untuknya.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidziy dan Al-Baghawiy, lihat Mukhtashar Syamaa`il At-Tirmidziy karya Asy-Syaikh Al-Albaniy hal.47)

Hendaklah dalam mengenakan pakaian di dahulukan yang kanan dan melepaskannya dari bagian kiri

"Kalau kalian mengenakan sesuatu maka mulailah dengan bagian yang kanan." (HR At-Tormidzi, Abu Daud dan Ibnu Majah)

Bagi pria di sunnahkan memakai pakaian yang berwarna putih

“Kenakanlah pakaian yang berwarna putih, karena itu adalah sebaik-baik pakaian kalian dan jadikanlah kain berwarna putih sebagai kain kafan kalian.” (HR. Ahmad, Abu Daud dll, shahih)

Sedangkan perempuan yang berwarna gelap

Ummu Salamah-radhiyallahu ‘anha- berkata ketika turun firman Allah (yang artinya), “Hendaknya mereka (wanita-wanita beriman) mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka” (QS al Ahzab/33:59)

wanita-wanita Anshar keluar seolah-olah pada kepala mereka terdapat burung-burung gagak karena warna (warna hitam) kain-kain (mereka). HR Abu Daud no 4101; dishahihkan oleh Syaikh al Albani.

Maraji'

Hisnul muslim Said bin Ali Wahf al-Qahthani
Dan berbagai situs

Wednesday, October 13, 2010

Ikhlas Atau Cari Perhatian?

Sejak da'wah dilakukan secara terbuka, terasa sekali akselerasi (percepatan) da'wah di sekitar kita. Tidak terhitung lagi berapa banyak sudah kegiatan-kegiatan keislaman digelar oleh organisasi-organisasi da'wah, mulai dari kegiatan yang bersifat akademik seperti seminar sampai kegiatan yang bersifat hiburan dan sosial seperti pentas seni Islami dan bakti sosial. Namun tentu saja jahriatud da'wah (keterbukaan da'wah) yang ada bukannya tanpa konsekuensi. Bahkan secara nyata da'wah secara terbuka memiliki lebih banyak tantangan dan cobaan dibandingkan da'wah syiriah (da'wah tertutup). Salah satu konsekuensi yang ada adalah interaksi antara aktivis pria (ikhwan) dan aktivis wanita (akhwat) yang tiada dapat dihindari. Hal ini, disadari atau tidak, sering kali menyebabkan penyakit hati di kalangan para aktivis. Dan penyakit hati yang tengah menggejala di arena da'wah adalah "CP" atau cari perhatian di antara aktivis da'wah.

Bukanlah hal yang berlebihan menyebut aktivitas CP sebagai penyakit hati. Hal ini dilatarbelakangi oleh sifatnya yang dapat menghinggapi siapa saja layaknya penyakit menular, tidak peduli apakah kepada yang pemahaman da'wahnya rendah atau kepada yang pemahaman da'wahnya tinggi sekalipun. Bahkan sangat mungkin terjadi, kita yang sedang membaca tulisan ini pernah atau sedang dihinggapi penyakit cari perhatian.

Yang terpenting dari kesemuanya itu adalah bahaya yang dapat ditimbulkan oleh penyakit ini. Seperti kata orang bijak "penyakit fisik mungkin dapat segera diobati, tetapi penyakit hati bila telah bercokol di diri kemana obat hendak dicari". Bahaya yang paling utama yang diakibatkan penyakit CP adalah rusaknya amal da'wah yang sudah dan sedang kita lakukan. Kita tentu ingat sabda Rasulullah Muhammad saw bahwa setiap amal bergantung dari niatnya. Ketika penyakit CP telah hinggap sudah barang tentu aktivitas yang kita lakukan menjadi berubah arah dari rel Ilahiah menuju semata-mata hanya untuk mencari perhatian orang lain, bahkan mencari perhatian lawan jenis. Sehingga tatkala hal ini terjadi, bersiap-siaplah untuk menerima celengan amal yang kosong, atau lebih merugi lagi bila celengan itu berubah menjadi pundi-pundi catatan amal maksiat. Na'udzubillah…..

Bahaya yang berikutnya terkait dengan aktivitas da'wah secara keseluruhan. Maksudnya adalah, sangat mungkin dampak dari penyakit CP itu secara langsung mengotori aktivitas da'wah yang suci. Maka munculah kata-kata tidak sedap terhadap da'wah (bahkan terhadap Islam) lantaran ulah segelintir aktivis yang tidak bertanggung jawab. Sehingga bila hal ini sampai terjadi janganlah berharap da'wah kita akan lagi diterima. Tiada mungkin membersihkan noda dengan air yang kotor.

Oleh karena itu, marilah kita sebagai aktivis da'wah bersama-sama bermuhasabah, menghitung-hitung sekaligus mengevaluasi aktivitas da'wah yang kita lakukan. Bisa jadi selama ini kita hanya mau ikut aksi (demo) bila ada lawan jenis yang hadir. Bisa jadi kita aktif berbicara di rapat-rapat dan aktif di organisasi da'wah hanya demi mendapat julukan serta sanjungan kehormatan. Mari, kita sama-sama berlindung kepada Allah dari penyakit hati ini seraya berjanji untuk tidak mengotori dan menambah lagi persoalan-persoalan da'wah. "Ya Allah, bersihkanlah hati ini dari niat selain untuk ridho-Mu. Amin……"

Bercanda sekedarnya saja


Dewasa ini bercanda merupakan hal yang lumrah terjadi di masyarakat, isi senda gurau tersebut bukan saja dalam bentuk perkataan yang halus dan benar, namun terdapat juga senda gurau yang berisi kebohongan. Sangat ironi sekali, yang seharusnya waktu kita terisi dengan hal-hal yang bermanfaat justru malah berisi guyonan yang berlebihan.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, ia mengatakan Rasulullah Shallallahu 'alahi Wasallam bersabda : " Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya." (Hadist hasan, diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi)

Senda gurau akan menjadi masalah ketika sudah keterlaluan, sehingga orang yang seharusnya menuntut kesungguhan, malah beranggapan sebagai satu hal yang sepele dan bahan lelucon. Sedangkan yang tidak sejalan dengan mereka, di tuduh sebagai orang yang kolot dan tertutup. 

Hal yang sangat memilukan lagi telah tersedia panggung-panggung sandiwara atau perlombaan yang menuntut seberapa kreatif pemain tersebut "memaksakan" dirinya untuk tampil secara maksimal, tidak jarang juga timbul perkataan-perkataan hinaan sesama saudaranya sendiri. 

Dalam hadits lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Celakalah seorang yang berbicara dusta untuk membuat orang tertawa, celakalah ia, celakalah ia.” (HR. Ahmad).

Yang lebih parahnya lagi sebagain orang membawa nama islam sebagai bahan candaan seperti hijab itu kolot, tidak gaul, neraka itu tidak ada dan lain sebagainya. Sungguh berhati-hatilah karena secara tidak langsung mereka telah menghina syariat Allah Subhanahu Wa'ala. 

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab,”Sesungguhnya kami hanyalah bersendau gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu meminta maaf, karena engkau telah kafir sesudah beriman…” (Qs. At Taubah: 65-66).

Ayat ini turun berkaitan dengan seorang laki-laki yang mengolok-olok dan berdusta dengan mengatakan bahwa Rasulullah dan shahabatnya adalah orang yang paling buncit perutnya, pengecut dan dusta lisannya. Padahal laki-laki ini hanya bermaksud untuk bercanda saja. Namun bercanda dengan mengolok-olok atau mengejek syari’at agama dilarang bahkan dapat menjatuhkan pelakunya pada kekafiran.

Islam tidak melarang candaan selama tidak berlebihan sebagaimana Rasulullah Shallallahu 'alahi Wasallam pernah melakukannya dengan para istrinya dan sahabatnya. 

Anas bin Malik radhiyallahu’anhu meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya, “Hai dzul udzunain (wahai pemilik dua telinga).”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bercanda, namun tetap jujur serta tidak ditambahi kata-kata dusta. 

Beliau bersabda, “Sesungguhnya aku juga bercanda, dan aku tidak mengatakan kecuali yang benar.” (HR. At-Thabrani dalam Al-Kabir)

“Aku menjamin sebuah taman di tepi surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun ia berada di pihak yang benar, sebuah istana di bagian tengah Surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun ia bercanda, dan istana di bagian atas surga bagi seorang yag baik akhlaknya.” (HR. Abu Daud)

Oleh karena itu wahai saudaraku berhati-hatilah dalam senda gurau kalian. Wallahu'alam 

Kisah Masuk Islamnya Seorang Dokter Amerika Karena Satu Ayat Al-Qur’an

Beberapa tahun yang lalu, seorang teman bercerita kepadaku tentang kisah masuknya seorang dokter Amerika ke dalam Islam. Dari apa yang kuingat dari kisah yang indah ini adalah : Kisah ini terjadi pada salah satu rumah sakit di Amerika Serikat.

Di rumah sakit tersebut, seorang dokter muslim bekerja dengan keilmuan yang sangat baik, sehingga memberi pengaruh besar untuk mengenal beberapa dokter Amerika. Dan dia, dengan kemampuan tersebut mengundang decak kagum mereka. Diantara para dokter Amerika ini, dia mempunyai satu teman akrab yaitu orang yang memiliki kisah ini. Mereka berdua selalu bertemu dan keduanya bekerja pada bagian persalinan.

Pada suatu malam, di rumah sakit tersebut terjadi dua peristiwa persalinan secara bersamaan. Setelah kedua wanita itu melahirkan, dua bayi tersebut tercampur dan tidak ada yang mengetahui masing-masing pemilik kedua bayi yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan itu. Kerancuan ini terjadi disebabkan kecerobohan perawat yang seharusnya dia menulis nama ibu pada gelang yang diletakkan di tangan kedua bayi tersebut. Dan ketika kedua dokter tersebut tahu bahwa mereka berada dalam kebingungan; Siapakah ibu bayi laki-laki dan siapakah ibu bayi perempuan, maka dokter Amerika berkata kepada dokter Muslim, ”Engkau mengatakan bahwasanya Al-Qur’an telah menjelaskan segala sesuatu dan engkau mengatakan bahwasanya Al-Qur’an itu mencakup semua permasalahan-permasalahan apapun. Maka tunjukkanlah kepadaku cara mengetahui siapa ibu dari masing-masing bayi ini..!!”

Dokter Muslim itupun menjawab, ”Ya, Al-Qur’an telah menerangkan segala sesuatu dan akan aku buktikan kepadamu tentang hal itu. Biarkan kami mendiagnosa ASI kedua ibu dan kami akan menemukan jalan keluar.” Setelah nampak hasil diagnosa, dengan sangat percaya diri dokter muslim itu memberitahu temannya si dokter Amerika, siapakah ibu sebenarnya dari masing-masing bayi tersebut...!!!! 

Dokter Amerika itupun terheran-heran dan bertanya, ”Bagaimana kamu tahu?” 

Dokter Muslim menjawab ”Sesungguhnya hasil yang nampak menunjukkan bahwasanya kadar banyaknya ASI pada payudara ibu si bayi laki-laki dua kali lipat kandungannya dibanding ibu si bayi perempuan. Perbandingan kadar garam dan vitamin pada ASI si ibu bayi laki-laki itu juga dua kali lipat dibanding ibu si bayi perempuan.” Kemudian dokter muslim tersebut membacakan ayat Al-Qur’an yang dia jadikan dasar argumen dari jalan keluar itu, 

”Bagi laki-laki seperti bagian dua perempuan.” (QS. An-Nisa:11) 

Dan setelah mendengarkan dokter Amerika itu arti ayat tersebut, dia jadi bengong, dan dia menyatakan keislamannya secara spontan tanpa ragu-ragu. Subhanallah, Maha Suci Allah Robb semesta alam. 

Maraji' :
Majalah Qiblati |Vol.01/No.4/

Wahsyi bin Harb

Dia di juluki dengan Abu Dasmah budak dari Jubair bin Muthim dari Habasyah. Sebelumnya dia seorang penyembah berhala sampai Allah Subhanahu Wata'ala menunjukinya ke jalan hidayah. Sungguh ia mempunyai kisah yang keras, menyedihkan dan memilukan. Maka wahai pembaca yang budiman silahkan anda menyimak kisahnya.

Thu'aimah adaah paman Wahsyi yang ikut berperang dalam perang badar dari pihak kafir Quraisy. Thu'aimah terbunuh melalui tangan Hamzah bin Abdul Muthalib (Paman Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam), yang mengakibatkan ia sangat bersedih dan bertekad mencari tahu dan membunuh Hamzah.

Kesempatan pun datang pada Wahsyi yaitu pada saat perang Uhud ia pun mempersiapkan tombak yang akan dia gunakan untuk membunuh Hamzah. Sebelum rombongan tentara Quraisy berangkat ke medan perang terjadi dialog antara Wahsyi dan majikannya.

Jubair bin Muthim berkata : "Wahai Abu Dasmah, tidakkah ada keinginan dirimu untuk lepas dari perbudakan ?"

Wahsyi menjawab : "Siapa yang memerdekakanku dari perbudakan itu?"

Ia menjawab : "Aku akan memerdekakanmu."

Wahsyi bertanya lagi : "Bagaimana caranya?"

Ia menjawab : "Jika engkau berhasil membunuh Hamzah bin Abdul Muthalib sebagai balasan kematian pamanku Thu'aimah bin 'Addi, maka engkau akan merdeka."

Wahsyi bertanya : "Siapa yang akan menjadi jaminan untukku jika aku berhasil memenuhinya?"

Ia menjawab : "Siapa saja yang engkau kehendaki, dan aku akan sampaikan kepada semua orang."

Wahsyi menjawab : "Aku akan lakukan dan aku akan berhasil dan merdeka."

Mendengar janji dari majikannya maka Wahsyi semakin bersemangat membunuhnya.

Perang Uhud pun terjadi dan kedua pasukan besar saling bertemu sehingga terjadi peperangan yang dahsyat. Dalam kondisi demikian Wahsyi terus mengintai Hamzah, sebelumnya ia telah mengetahuinya di tambah lagi kebiasaan yang dilakukannya adalah meletakkan tanda kehormatan, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang kuat dan perkasa dari galongan pemberani Arab. Ketika Wahsyi telah melihat posisi Hamzah maka dengan cepat ia melemparkan tombaknya dan ia pun jatuh tersungkur dan telah meraih gelar syuhada. Wahsyi memang terkenal akan keahliannya dalam memainkan tombak maka tidak salah jika majikannya menujuk dirinya. Setelah itu ia mengambil tombaknya dan kembali ke kemah, tujuan ia mengikuti perang hanya berkeinginan membunuh paman Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassalam tersebut. Setelah perang usai majikannya memenuhi janjinya terdahulu.

Selang beberapa tahun kemudian dakwah Rasulullah Shallallahu 'Alahi Wasaallam semakin melebar, jumlah kaum muslimin semakin bertambah dan mekkah beralih ke pangkuan kaum muslimin. Melihat kejadian tersebut terjadi kekhawatiran yang besar akan eksistensinya. Ia takut bahwa beliau Rasulullah Shallallahu 'Alahi Wassalam akan membunuhnya. Wahsyi pun keluar dari kota mekkah untuk mencari perlindungan, namun hasilnya percuma rata-rata islam telah menyentuh hati-hati manusia. Kekhawatirannya pun semakin tidak terbendung sampai suatu ketika ia mendapatkan nasehat bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alahi Wasallam tidak akan membunuh seseorang yang memeluk agama Allah Subhanu Wata'ala. Ia pun bertekad menemui Baginda Rasullullah untuk mengikrarkan dua kalimat syahadat, akhirnya islam pun telah menjadi bagian dalam dirinya, namun ketika Rasullullah Shallallahu 'Alahi Wasallam mengetahui bahwa ia yang membunuh paman Hamzah serta merta beliau membalikkan badannya dan berkata : "Celaka engkau wahai Wahsyi, menjauhilah engkau dari penglihatanku dan jangan sampai aku melihatmu sejak hari ini." Sungguh perkataan yang sangat menyakitkan. Sejak ia memeluk agama islam ia tidak pernah menampakkan wajahnya di hadapan Rasulullah, bahkan jika ia mengikuti majelis beliau, ia akan mencari tempat yang memungkinkan beliau tidak melihatnya. Hal itu terjadi sampai Rasulullah kembali ke TuhanNya. Sekalipun ia telah memeluk agama rahmatan lil'alamin, ia tetap merasa dirinya begitu buruk, walaupun kesalahan sebelumnya telah tertutup.

Pada zaman kekhalifan Abu Bakar As-Shiddiq terjadi pemurtadan yang besar dari kaum muslimin khususnya pada bani hanifah dan mengakui nabi palsu laknat Musailamah Al-Kadzdzab, dengan segera kaum muslimin pun siap memerangi mereka. Maka ini merupakan kesempatan bagi Wahsyi untuk membunuhnya dan berharap mendapatkan gelar syahid. Perang pun dimulai, di saat Wahsyi melihat Musailamah ia pun dengan segera melemparkan tombaknya yang pernah ia pakai untuk membunuh Hamzah dan dengan seketika nabi palsu tersebut telah kembali ke neraka. Sebenarnya sesorang dari kaum anshar turut andil dalam membunuhnya, namun dalam hal ini Allah yang mengetahui siapa di antara mereka yang berhasil membunuhnya. Jika memang Wahsyi yang berhasil membunuhnya maka ia telah berhasil membunuh seburuk-buruk manusia, sebagaimana ia telah membunuh orang yang terbaik setelah Nabi Muhammad Shallallahu 'Alahi Wasallam (Hamzah bin Abdul Muthalib).

Maraji': 
Shuwar Min Hayati Ash-Shahabah, (Khamsah wa Sittin Syahshiyyah), Dr. Abdurrahman Ra'far al-Basya